Periksa Kesehatan Rutin Sejak Usia 40 untuk Gaya Hidup Sehat Mandiri

Perbesar Huruf :

Bertambahnya usia merupakan kondisi yang dialami setiap orang. Dan tidak jarang usia lanjut diasosiasikan dengan kondisi seseorang yang tidak berdaya, dan memiliki banyak keluhan kesehatan. Padahal, seiring bertambah usia kita juga bisa tetap sehat, aktif, produktif dan tidak menjadi beban untuk keluarga. Hal itu bisa dicapai dengan cara mengatur pola hidup, menjaga kesehatan, dan aktivitas fisik. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, 5 besar penyakit yang terbanyak pada lansia untuk penyakit tidak menular adalah hipertensi, penyakit sendi (artritis), kencing manis (diabetes mellitus tipe II), penyakit jantung dan stroke. 

Tanpa pencegahan dan penanganan yang tepat, kondisi-kondisi di atas dapat menyebabkan keadaan disabilitas dan menurunnya kualitas hidup. Faktanya di Indonesia, 1 dari 4 orang lansia mengalami kondisi disabilitas yang memiliki ketergantungan terhadap bantuan orang lain dengan tingkatan ringan sampai total. Oleh karena itu, Kementrian Kesehatan RI mengeluarkan buku kesehatan lanjut usia, yaitu buku bagi pra lansia (45 – 59 tahun) dan lansia (60 tahun ke atas) yang berisi berbagai informasi cara memelihara kesehatan pra lansia / lansia serta catatan kesehatan agar kesehatan pra lansia / lansia dapat terpantau dengan baik. Setiap lansia berusia 60 tahun keatas perlu mendapat skrining kesehatan sesuai standar minimal 1 kali dalam setahun atau lebih bila sudah memiliki kondisi gangguan kesehatan. Skrining tersebut mencakup:

  • Pemeriksaan fisik meliputi pemeriksaan mata, pendengaran, gigi dan mulut.
  • Deteksi hipertensi dengan mengukur tekanan darah dan denyut nadi.
  • Deteksi diabetes Mellitus dengan pemeriksaan kadar gula darah.
  • Deteksi kadar kolesterol dalam darah.
  • Deteksi gangguan mental emosional dengan menggunakan instrumen Geriatric Depression Scale (GDS).
  • Deteksi gangguan kognitif dengan menggunakan instrumen Abreviated Mental Test (AMT).
  • Pemeriksaan tingkat kemandirian menggunakan instrumen Activity Daily Living (ADL).

Selain merekomendasikan skrining kesehatan secara teratur, Kemenkes juga memberikan beberapa tips yang bisa dilakukan agar tetap sehat di usia lanjut, sebagai berikut:

  • Atur (Makanlah beraneka ragam makanan, diet sesuai kebutuhan gizi yang dianjurkan sesuai kondisi kesehatan meliputi sumber karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral, banyak makan sayur dan buah guna kebutuhan vitamin mineral dan serat)
  • Biasakan melakukan aktifitas fisik (berjalan, mencuci, menyapu, dsb), latihan fisik (senam, berjalan, berenang, dsb.) sekurangnya 30 menit sehari 3 kali seminggu.
  • Jauhi asap rokok dan zat adiktif lainnya (tidak merokok, minuman keras, ganja)

Nutrisi 

Idealnya, kita harus memenuhi kebutuhan gizi seimbang dan tepat, baik dari kuantitas hariannya, juga pemilihan sumber asupan berkualitas yang akan mengoptimalkan manfaatnya dalam mendukung kesehatan sampai usia lanjut. Untuk asupan nutrisi berkualitas terutama protein, Ensure dengan Triple, kombinasi unik protein Whey, Casien dan Soya dengan lebih dari 30 uji klinis dan telah dipercaya selama lebih dari 45 tahun membantu meningkatkan daya tahan dan kekuatan tubuh untuk aktif sepanjang hari. Ensure, dibuat tanpa pemanis buatan, Omega 3&6, serat prebiotik FOS serta 14 vitamin dan 9 mineral dapat membantu melengkapi kebutuhan nutrisi agar dapat tetap sehat, mandiri, aktif, dan produktif. Konsultasikan dengan ahli gizi untuk kebutuhan nutrisi harian anda.