Esensi Omega-3 dan Omega-6 untuk Kesehatan

Perbesar Huruf :

Pernahkah Anda menghindari lemak karena ingin hidup lebih sehat? Jangan salah, tidak semua lemak jahat. Ada lemak yang penting peranannya seperti asam lemak tidak jenuh ganda (PUFA) yang bisa disebut lemak baik. Contoh PUFA yang populer adalah omega-3 dan omega-6, yaitu asam lemak esensial yang tidak bisa dibuat sendiri oleh tubuh sehingga perlu diasup dari makanan. Keduanya memiliki manfaat penting untuk jantung, otak, dan metabolisme tubuh. Jenis-jenis asam lemak ini perlu dikonsumsi dengan jumlah dan rasio yang tepat dan seimbang agar dapat membawa manfaat kesehatan yang optimal untuk tubuh.

Omega-3

Ada banyak jenis lemak omega-3, yang berbeda berdasarkan bentuk dan ukuran kimianya. Berikut adalah tiga yang paling umum:

  1. Eicosapentaenoic acid (EPA): membantu mengurangi peradangan. EPA juga membantu mengurangi gejala depresi.
  2. Asam Docosahexaenoic (DHA): DHA membentuk sekitar 8% dari berat otak dan sangat penting untuk perkembangan dan fungsi otak normal
  3. Asam alfa-linolenat (ALA): Asam lemak ini dapat dikonversi menjadi EPA dan DHA, meskipun prosesnya tidak terlalu efisien. ALA terutama digunakan oleh tubuh untuk energi

Lemak omega-3 adalah bagian penting dari membran sel manusia. Mereka juga memiliki sejumlah fungsi penting lainnya, termasuk:

  • Meningkatkan kesehatan jantung: Asam lemak omega-3 dapat meningkatkan kolesterol HDL "baik", juga dapat mengurangi trigliserida, tekanan darah dan pembentukan plak pada pembuluh darah.
  • Mendukung kesehatan mental: Mengonsumsi omega-3 dapat mengurangi gejala depresi, skizofrenia, dan gangguan bipolar. 
  • Omega-3 berperan penting dalam manajemen berat badan dan dapat membantu mengurangi lingkar pinggang.
  • Omega-3 bersifat anti-inflamasi, yang berarti dapat mengurangi peradangan di tubuh yang dapat berkontribusi terhadap timbulnya penyakit kronis.
  • Mencegah demensia: Orang yang makan lebih banyak ikan, yang tinggi lemak omega-3, cenderung mengalami penurunan fungsi otak yang lebih lambat di usia tua. Omega-3 juga dapat membantu meningkatkan daya ingat pada orang tua.
  • Mempromosikan kesehatan tulang: Orang dengan asupan omega-3 yang lebih tinggi cenderung memiliki kepadatan mineral tulang yang lebih baik.

Kekurangan omega-3 dapat menyebabkan penyakit kronis seperti obesitas, diabetes, dan penyakit jantung sehingga Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan makan setidaknya dua porsi ikan per minggu, yang kaya akan omega-3 EPA dan DHA seperti salmon, sarden, dan makerel.

Omega-6

Jenis lemak ini terutama digunakan tubuh sebagai energi. Omega-6 yang paling umum adalah asam linoleat (LA), dan dapat diubah menjadi asam arakidonat yang lebih dikenal dengan singkatan AA atau ARA. Seperti EPA, AA berperan dalam proses peradangan dan penting dalam sistem kekebalan tubuh. Namun AA bersifat lebih pro-inflamasi sehingga bila jumlahnya terlalu banyak dalam tubuh malahan dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit peradangan. Omega-6 sendiri lebih mudah diperoleh dalam menu sehari-hari dan banyak terdapat di dalam minyak sayur dan kacang-kacangan.

Kemenkes sendiri telah mengatur jumlah rasio konsumsi omega-3 dibanding omega-6 yaitu 1:10 untuk pria dan wanita berusia 19 tahun keatas dalam Permenkes yang mengatur mengenai angka kecukupan gizi harian orang Indonesia, sebagai berikut : 

Kebutuhan Gizi

Omega-3

Omega-6

Pria

1,6 gr

14 – 17 gr

Wanita

1,1 gr

11 – 12 gr

Ensure yang telah dipercaya selama lebih dari 45 tahun membantu meningkatkan daya tahan dan kekuatan tubuh untuk aktif sepanjang hari, kini diformulasikan dengan Omega-3 & 6 dengan rasio seimbang untuk melengkapi kebutuhan nutrisi Anda. Dilengkapi juga dengan triple, kombinasi unik protein Whey, Casien dan Soya dengan lebih dari 30 uji klinis dan Ensure, dibuat tanpa pemanis buatan, dan mengandung 14 vitamin dan 9 mineral serta serat prebiotik FOS untuk mendukung hidup sehat, mandiri, aktif, dan produktif. Konsultasikan dengan ahli gizi untuk kebutuhan nutrisi harian anda.

Referensi :

  • Kris-Etherton, P.M., Harris, W.S., Appel, L.J. (2002). Fish consumption, fish oil, omega-3 fatty acids, and cardiovascular disease. Circulation 106:2747–2757
  • Lunn J and Theobald H. (2006). The health effects of dietary unsaturated fatty acids. Nutrition Bulletin 31:178-224
  • AKG. (2013). Angka Kecukupan Gizi Vitamin Yang Dianjurkan Bagi Bangsa Indonesia. Lampiran Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 75 Tahun 2013. http://gizi.depkes.go.id/download/Kebijakan%20Gizi/Tabel%20AKG.pdf