Pentingnya Asupan Protein Ssejak Dini untuk Kekuatan dan Kesehatan

Perbesar Huruf :

Saat ini, orang-orang pada umumnya memiliki harapan hidup yang lebih lama. Namun, apalah artinya memiliki umur panjang namun tidak memiliki kesehatan untuk menikmatinya. Analisa menunjukkan bahwa mereka yang memiliki gaya hidup sehat memiliki umur lebih panjang dan mengalami lebih sedikit waktu sakit dibandingkan dengan rekan-rekan mereka yang bergaya tidak sehat. Apakah itu bisa menginspirasi Anda untuk fokus pada gaya hidup sehat? Berita baiknya adalah tidak ada kata terlambat untuk mulai menjalani gaya hidup sehat untuk Anda dan juga orangtua Anda.

Peran protein untuk kekuatan dan kesehatan

Penelitian yang dilakukan oleh Jacob dan rekan pada tahun 2016 menyimpulkan bahwa konsumsi protein yang cukup semasa muda ternyata menyebabkan organ tubuh berfungsi lebih lama dan lebih baik pada masa lansia. Hal tersebut berhubungan dengan adanya massa dan kekuatan otot yang baik karena tercukupinya kebutuhan protein sebelum memasuki periode senja.

Sementara pada kenyataannya mengonsumsi protein tidak semudah itu. Makanan dan minuman kekinian yang banyak ditemui biasanya tinggi akan karbohidrat serta lemak, dan bukan protein. Sedangkan pola makan tinggi kalori yang diperoleh dari sumber yang tinggi karbohidrat dan lemak akan menyebabkan peningkatan berat badan, tetapi tidak diiringi dengan peningkatan massa otot dan tulang.

Penelitian terbaru yang dilakukan oleh Weaver dan rekan yang dipublikasi di The American Journal of Clinical Nutrition tahun 2019 ini menunjukkan orang-orang yang mengikuti diet bernutrisi lengkap dengan tinggi protein ternyata dapat mempertahankan kepadatan dan kualitas tulangnya serta memiliki berat badan yang stabil. Penelitian tersebut mempelihatkan bahwa diet tinggi protein yang berkelanjutan selama minimal 6 bulan diketahui tetap memiliki massa otot serta kepadatan tulang yang baik pada pinggul dan tulang belakangnya. Seperti diketahui, risiko pengeroposan tulang di daerah tersebut pada usia lanjut memang lebih besar.

Sudah ada acuan kecukupan gizi untuk orang Indonesia yang disusun dengan memperhatikan kebutuhan yang berbeda dari setiap jenis kelamin dan tahapan usia. Dan menurut Angka Kecukupan Gizi (AKG) orang Indonesia (2013), orang dewasa usia 30 – 65 tahun memiliki kebutuhan protein hingga 50% lebih tinggi (57 – 65 gram) dibandingkan periode usia 19 – 29 tahun.

Dengan memperhatikan angka tersebut, protein sebaiknya dikonsumsi setiap hari mengambil dari sumber hewani (seperti daging, telur, ikan) serta sumber nabati (seperti kacang-kacangan, kedelai, tahu). Untuk melengkapi kebutuhan nutrisi dengan protein berkualitas, Ensure dapat membantu memenuhi kebutuhan protein anda. Setiap gelas Ensure mengandung Triple Protein, perpaduan unik dari protein hewani dan nabati yang mudah dicerna, cepat diserap dan bertahan lama di tubuh. Selain itu Ensure juga dilengkapi omega 3, omega 6, sumber serat FOS – Inulin, 14 vitamin dan 9 mineral yang mendukung kesehatan tubuh dan kepadatan tulang. Tak kalah penting Ensure merupakan nutrisi rendah laktosa sehingga memberikan rasa nyaman di perut. Anda dapat juga berkonsultasi dengan ahli gizi untuk mengetahui dengan tepat kebutuhan nutrisi harian Anda ataupun orang tua Anda. Tidak ada terlambat untuk memulai gaya hidup sehat, karena nutrisi yang lengkap dan seimbang akan mendukung kualitas hidup yang lebih baik.

Referensi :

Jacob, M. E., Yee, L. M., et al. (2016). Can a Healthy Lifestyle Compress the Disabled Period in Older Adults? Journal of the American Geriatrics Society, 64(10), 1952–1961.

Weaver, A. A., Houston, D. et al. (2019). Effect of a hypocaloric, nutritionally complete, higher-protein meal plan on bone density and quality in older adults with obesity: a randomized trial. Am J Clin Nutr.;00:1–9

British nutrition foundation. (2019). Exploring nutrients. Diakses dari https://www.nutrition.org.uk/healthyliving/basics/exploring-nutrients.html?start=2 pada 21 Oktober 2019

AKG. (2013). Angka Kecukupan Gizi Vitamin Yang Dianjurkan Bagi Bangsa Indonesia. Lampiran Peraturan Mentri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 75 Tahun 2013. http://gizi.depkes.go.id/download/Kebijakan%20Gizi/Tabel%20AKG.pdf