Pentingnya Serat Prebiotik untuk Mendukung Kesehatan Saluran Cerna

Perbesar Huruf :

Pernahkan Anda menyadari bahwa ada lebih dari 100 trilyun mikroorganisme dari 10.000 spesies yang berbeda hidup di dalam saluran cerna kita? Masing-masing memiliki sifat yang berbeda, sehingga penting untuk menjaga keseimbangan di dalam pencernaan, dimana kita ingin agar bakteri “baik”lah yang mendominasi dan menjaga kesehatan pencernaan kita. Bakteri baik ini selain dapat menekan pertumbuhan bakteri jahat dan jamur yang bila jumlahnya lebih tinggi dapat merugikan, juga dapat mendukung sistem kekebalan tubuh dan regulasi peradangan. Bakteri baik dapat berkembang dan berfungsi dengan baik bila mendapat dukungan dari nutrisi yang sesuai sehingga dapat menguntungkan tubuh sebagai inangnya.

Prebiotik adalah senyawa makanan yang tidak bisa dicerna dan telah diketahui dapat bermanfaat untuk pertumbuhan bakteri baik di usus besar. Prebiotik adalah serat yang merupakan bagian dari karbohidrat, namun tidak semua serat dapat dikategorikan sebagai prebiotik. Hanya serat yang sudah diteliti dan dibuktikan secara ilmiah mampu untuk merangsang pertumbuhan dan aktivitas bakteri baik dalam usus yang bermanfaat bagi kesehatan pencernaan yang dapat disebut prebiotik. Secara alami serat prebiotik ditemukan di tumbuh-tumbuhan seperti gandum, pisang, bawang, asparagus, dll.

Contoh prebiotik yang banyak ditemukan adalah FOS. FOS dapat diperoleh dengan proses ekstraksi serat akar chicory, yang merupakan serat makanan alami. Serat yang telah terbukti sebagai prebiotik ini tidak bisa dicerna oleh usus kecil sehingga kemudian bergerak ke usus besar, yang kemudian akan menjadi sumber makanan bernutrisi bagi bakteri menguntungkan yang tinggal di sana. Bakteri di usus tersebut akan mengubah FOS menjadi asam lemak rantai pendek, yang menyehatkan sel-sel usus besar dan memberikan berbagai manfaat kesehatan lainnya seperti yang telah ditunjukkan di beberapa penelitian mengenai efek potensialnya dalam mendukung penyerapan pada kalsium mineral lainnya, mendukung efektivitas sistem kekebalan tubuh, mengurangi risiko kanker kolorektal, penyakit radang usus dan konstipasi.

Namun, ada kemungkinan kita kurang mengonsumsi serat prebiotik yang bermanfaat karena faktanya, menurut hasil RISKESDAS 2018, 95,5% orang Indonesia di atas usia 5 tahun tidak mengonsumsi cukup buah dan sayuran setiap hari. Fakta ini mungkin mengindikasikan kurangnya asupan serat pada orang Indonesia, yang artinya asupan prebiotik yang berguna untuk menjaga daya tahan tubuh pun kurang. Oleh karena itu, kita harus memastikan memilih asupan serat yang kaya prebiotik di menu harian agar keseimbangan bakteri baik di saluran cerna tidak terganggu.

Salah satu cara praktis untuk membantu memenuhi kebutuhan prebiotik adalah dengan mengonsumsi berbagai jenis buah dan sayur serta memilih nutrisi tambahan yang diperkaya dengan serat prebiotik. Ensure yang telah dipercaya selama lebih dari 45 tahun membantu meningkatkan daya tahan dan kekuatan tubuh untuk aktif sepanjang hari, kini diformulasikan serat prebiotik FOS untuk melengkapi kebutuhan nutrisi Anda. Dilengkapi juga dengan triple, kombinasi unik protein Whey, Casien dan Soya dengan lebih dari 30 uji klinis dan Ensure, dibuat tanpa pemanis buatan, dan mengandung 14 vitamin dan 9 mineral serta Omega-3 & 6 dengan rasio seimbang untuk mendukung hidup sehat, mandiri, aktif, dan produktif. Konsultasikan dengan ahli gizi untuk kebutuhan nutrisi harian anda.

Referensi : 

  • Hill, D. A., & Artis, D. (2010). Intestinal Bacteria and the Regulation of Immune Cell Homeostasis. Annual Review of Immunology, 28(1), 623–667.
  • Meyer, D., & Stasse-Wolthuis, M. (2009). The bifidogenic effect of inulin and oligofructose and its consequences for gut health. European Journal of Clinical Nutrition, 63(11), 1277–1289.
  • Scholz-Ahrens KE, Schrezenmeir J 2007). Inulin and oligofructose and mineral metabolism: the evidence from animal trials. J. Nutr. 137 (11 Suppl): 2513S–2523S
  • Lomax AR, Calder PC (2009). Prebiotics, immune function, infection and inflammation: a review of the evidence. Br J Nutr. 101 (5): 633–658.
  • Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) (2018). Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian RI tahun 2018. Diakses dari http://www.depkes.go.id/resources/download/info-terkini/materi_rakorpop_2018/Hasil%20Riskesdas%202018.pdf