Tips Memenuhi Nutrisi untuk Orang Tua yang Susah Makan

Perbesar Huruf :

Peran nutrisi sangat penting dalam menjaga daya tahan tubuh, terutama untuk orang tua lanjut usia, karena mereka cenderung memiliki sistem kekebalan yang lebih lemah. Namun, tidak jarang ditemukan kondisi orang tua susah makan sehingga menimbulkan kekhawatiran di dalam keluarga. Penting untuk menelusuri dulu penyebab orang tua tidak mau makan sebelum mencari alternatif solusinya, berikut beberapa diantaranya:

 

  • Kehilangan selera makan

Banyak orang seiring dengan usia mengalami kemampuan pada indera penciuman dan perasa sehingga tidak dapat mencium wangi makanan yang biasa menimbulkan selera, dan juga kehilangan kemampuan merasanya sehingga semua makanan seperti hambar. Aktif bertanya dan mendengarkan keinginan makanan untuk orang tua dapat membantu mengatasi masalah ini.

  • Masalah mulut

Orang tua lanjut usia sering memiliki masalah di mulut yang mengganggu kemampuan mengunyah makanannya, seperti gigi tiruan yang tidak pas, gigi goyang atau infeksi mulut lainnya. Kunjungan ke dokter gigi spesialis prostodonsia dapat membantu membereskan masalah gigi yang sering terjadi pada orangtua.

  • Konsumsi obat-obatan

Beberapa obat-obatan dapat menyebabkan gangguan pada indera penciuman ataupun perasa sehingga membuat nafsu makan berkurang. Konsultasikan pada dokter untuk rekomendasi pengobatan agar jangan sampai mengganggu asupan gizi sehari-hari.

  • Masalah psikologi

Kejadian yang menyebabkan stress atau depresi pada orang tua dapat menyebabkan terganggunya selera makan, misalnya kesedihan karena ditinggal oleh kerabat atau merasa tidak produktif lagi seperti sebelumnya. Jangan ragu berkonsultasi dengan para ahli untuk membantu orang tua menghadapi masalahnya.

Menurut Angka Kecukupan Gizi (AKG) 2019, orang tua usia 50 tahun ke atas memiliki kebutuhan kalori yang lebih rendah dibandingkan kelompok usia yang lebih muda, yakni berkisar antara 1400 – 1800 kalori untuk wanita dan 1600 – 2150 kalori untuk pria. Orang tua terutama yang lanjut usia biasanya memiliki masalah otot dan persendian seiring bertambahnya usia yang menyebabkan mereka menjadi tidak seaktif dan selincah sebelumnya. Kehilangan massa otot juga menyebabkan menurunnya kemampuan metabolisme dalam membakar kalori dalam tubuh. Apabila kalori yang diasup melebihi kebutuhan hariannya, tentunya akan dihadapkan dengan masalah berat badan yang meningkat, terutama di bagian perut. Untuk itu pilihan makanan sehat untuk orang tua perlu diperhatikan agar bisa memenuhi kebutuhan nutrisi harian serta dapat mendukung daya tahan tubuh yang kuat, seperti berikut ini:

  • Pemilihan menu yang tinggi protein dan rendah kalori

Protein yang berkualitas penting untuk tetap mempertahankan massa otot sehingga orang tua tidak sampai kehilangan kemampuan mobilitasnya. Namun sebaiknya dipilih yang rendah kalori dan rendah lemak, misalnya ikan, daging tanpa lemak, ayam tanpa kulit dan sumber protein nabati seperti kedelai, tahu dan tempe.

  • Asupan kaya sayur-sayuran dan buah-buahan

Diet yang kaya akan buah-buahan dan sayur-sayuran akan meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan melindungi Anda dari virus dan bakteri berbahaya yang menyebabkan penyakit karena buah dan sayuran merupakan sumber vitamin dan mineral yang berfungsi juga sebagai antioksidan yang baik. Antioksidan akan melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan serta membantu menjaga kesehatan.

  • Kurangi asupan gula dan lemak

Makanan yang tinggi gula dan lemak, termasuk yang diolah dengan cara deep fried (gorengan) dapat memicu peradangan dalam tubuh dan menurunkan sistem kekebalan tubuh Anda sehingga orang tua lebih mudah sakit.

Konsultasikan kebutuhan nutrisi untuk orang tua Anda dengan ahlinya. Bila perlu, suplementasi oral dapat menjadi solusi agar orang tua susah makan tetap mendapat semua zat gizi yang penting setiap hari. Ensure merupakan solusi nutrisi lengkap dan seimbang dengan triple protein, yang merupakan perpaduan protein whey, kasein dan soya, mudah dicerna dan diserap oleh tubuh. Selain rasanya yang enak, Ensure juga dilengkapi dengan 14 vitamin dan 10 mineral, tinggi kalsium dan sumber vitamin D,  omega 3 dan 6, sumber serat pangan, rendah laktosa, serta terbukti klinis meningkatkan daya tahan tubuh dan memberi kekuatan aktif sepanjang hari.

 

Sumber:

Gidus, T.(2016). Healthy Eating for Seniors. Diakses dari https://www.healthline.com/health/healthy-eating-for-seniors

Mathus-Vliegen, E. M. (2012). Obesity and the Elderly. Journal of Clinical Gastroenterology, 46(7), 533–544. 

AKG. (2019). Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan untuk Masyarakat Indonesia. Lampiran Permenkes No 28 Tahun 2019.