Cegah Hilangnya Massa Otot untuk Jaga Kekuatan dan Daya Tahan Tubuh

Perbesar Huruf :

Cegah kurangnya massa otot dini untuk hidup yang berkualitas. Sejak usia 40 th, kehilangan massa dan kekuatan otot dapat dipercepat oleh karena gaya hidup yang kurang sehat, baik karena pola makan yang tidak seimbang, kurang bergerak ataupun kondisi sakit yang membutuhkan bedrest (rawat inap). Jika hal tersebut dibiarkan, maka dapat menyebabkan hilangnya massa otot akibat pengurangan jumlah massa otot dan penurunan ukurannya. Kombinasi massa otot yang lebih sedikit dan lebih kecil menyebabkan otot menjadi atrofi atau menyusut, sehingga memicu terjadinya sarkopenia. 

Gejala sarkopenia dapat bervariasi tergantung pada seberapa banyak massa otot yang hilang. Gejalanya meliputi:

  • Penurunan massa dan ukuran otot
  • Cepat lLelah dalam melakukan aktivitas sehari-hari
  • Kehilangan daya tahan tubuh, mudah sakit 
  • Keseimbangan yang buruk
  • Kesulitan menaiki tangga

Gejala-gejala tersebut dapat menyebabkan disabilitas diikuti kualitas hidup yang menurun. Menurut International Osteoporosis Foundation (IOF), massa otot mulai menurun sekitar usia 40 tahun. Hilangnya jaringan otot dapat berkembang lebih cepat ketika seseorang mencapai usia 60-an dan 70-an. 

Karena sarkopenia adalah kelainan yang berkaitan dengan bertambahnya usia, kondisi ini umumnya dikaitkan dengan empat faktor risiko utama:

  1. usia 40 tahun ke atas
  2. gaya hidup yang kurang gerak
  3. kurang gizi, dan 
  4. diet tinggi makanan penghasil asam.

Menurut IOF, yang perlu dilakukan untuk mencegah hilangnya massa otot adalah rutin melakukan olahraga dan memperhatikan nutrisi karena asupan yang baik akan memainkan peran utama dalam mencegah sarkopenia.

Berdasarkan penelitian selama 3 tahun yang diterbitkan di The American Journal of Clinical Nutrition tahun 2008 menunjukkan bahwa asupan protein dapat mempertahankan massa otot pada wanita dan pria. Individu dengan asupan protein harian tertinggi selama penelitian kehilangan 40% lebih sedikit massa otot daripada mereka dengan asupan protein terendah. Hal tersebut diyakinkan kembali oleh sebuah studi terbaru di 2018 pada kelompok lansia yang mengalami kondisi kurang aktif dan kurang berenergi saat masa penyembuhan dapat pulih lebih cepat dan memiliki massa otot yang lebih baik dengan adanya terapi pemberian suplementasi tinggi protein berkualitas dibandingkan dengan kelompok tanpa terapi tersebut.

Untuk mendukung asupan nutrisi yang baik, Ensure hadir dengan formulasi Triple Protein, yaitu kombinasi unik protein whey, kasein dan soya yang mudah dicerna, cepat diserap dan bertahan lama di tubuh. Oleh karena adanya sifat yang berbeda tersebut, konsumsi sumber protein yang bervariasi, baik dari sumber hewani dan nabati, sangat penting untuk memastikan tubuh memiliki ketersediaan asam amino yang cukup setiap waktu.

Selain itu, Ensure juga dilengkapi omega 3, omega 6, sumber serat FOS, 14 vitamin dan 9 mineral yang mendukung kesehatan tubuh dan kepadatan tulang. Tak kalah penting Ensure merupakan nutrisi rendah laktosa sehingga memberikan rasa nyaman di perut. Konsultasikan dengan ahli gizi untuk mengetahui dengan tepat kebutuhan nutrisi harian Anda ataupun orang tua Anda.

 

Referensi:

International Osteoporosis Foundation. (2017). Sarcopenia – Who’s at risk? Diakses dari https://www.iofbonehealth.org/whos-risk-0 pada 22 Oktober 2019

Houston DK, Nicklas BJ, Ding JZ, Harris TB, Tylavsky FA et al (2008) Dietary protein intake is associated with lean mass change in older, community-dwelling adults: the Health, Aging, and Body Composition (Health ABC) Study. Am J Clin Nutr 87: 150-155

Oikawa, S. Y., McGlory, C., D’Souza, L. K., Morgan, A. K., Saddler, N. I., Baker, S. K., … Phillips, S. M. (2018). A randomized controlled trial of the impact of protein supplementation on leg lean mass and integrated muscle protein synthesis during inactivity and energy restriction in older persons. The American Journal of Clinical Nutrition;108: 1–9