Tanya Jawab Ensure: Cara Mencapai Berat Badan yang Ideal Dengan Baik dan Benar

Perbesar Huruf :

Q : Bagaimana cara menentukan gizi yang baik dan yang buruk?

A : Untuk menentukan apakah seseorang memiliki status gizi yang baik atau buruk, maka kita menggunakan penghitungan indeks massa tubuh yaitu dengan rumus BB dalam kg dibagi dengan kuadrat dari TB dalam meter. misalnya seseorang dengan TB 1.6 m dan BB 50 kg memiliki indeks massa tubuh 19.5. Selanjutnya kita mengklasifikasikan indeks massa tubuh tersebut dengan batasan untuk regio Asia Pasifik, yaitu IMT berada dalam kisaran normal pada rentangg 18.6 – 22.9. Sedangkan disebut BB rendah bila <18.5, antara 23 hingga 24.9 disebut dengan overweight, dan obes bila di atas 25. Pada populasi orang Asia, ternyata penyakit dan mortalitas yang terkait dengan BMI terjadi pada orang dengan BMI yang lebih rendah dan lingkar perut yang lebih kecil.

Q : Bagaimana cara menghitung berat badan yang ideal ?

A : Bila dulu kita menggunakan rumus Broca untuk menentukan BB ideal yaitu dengan menghitung TB dikurangi 100, namun sebenarya perhitungan ini terlalu banyak bias. IMT yang normal berarti risiko komorbiditas rata-rata. 

Q : Tips diet untuk penderita maag/gangguan lambung ?

A : Banyak orang masih beranggapan bahwa diet adalah hanya berarti mengurangi porsi makan atau bahkan menghilangkan jadwal makan tertentu misalnya tidak makan pagi atau malam. Namun sebenarnya diet adalah cara untuk mengatur jumlah dan memilih makanan untuk tujuan tertentu. Nah bila anda memiliki gangguan maag namun ingin menurunkan BB, maka yang perlu dilakukan adalah:

  1. Lakukan diet dengan prinsip rendah kalori dan rendah lemak, caranya pilih bahan makanan sumber protein dengan lemak rendah seperti ikan, daging ayam tanpa kulit, daging sapi rendah lemak, atau putih telur ayam. Hindari sumber karbohidrat olahan yang mudah menaikkan BB dan justru memicu timbulnya keluhan lambung, seperti roti, donat ataupun mie. Penuhi kebutuhan karbohidrat dari sayur-sayuran, buahbuahan, kacang2an, ataupun dari sumber karbohidrat kompleks lainnya seperti nasi merah, kentang, ataupun roti gandum.
  2. Hindari makan dalam porsi besar yang dapat memunculkan gejala asam lambung, namun makanlah dengan porsi kecil terbagi misalnya dalam 5-6 porsi sehari.
  3. Dan yang terakhir pastikan bahwa anda melakukan olah raga dengan intensitas ringan hingga sedang, seperti jalan cepat, berenang, ataupun yoga.

Q : Adakah makanan yang dapat membantu penurunan berat badan?

A : Pada prinsipnya penurunan berat badan akan terjadi apabila kita bisa mencapai yang namanya defisit kalori, yaitu apabila pengeluaran energi dari tubuh kita bisa melebihi asupan energi dari makanan yang kita makan. Makanan yang dapat membantu menurunkan berat badan adalah makanan dengan kepadatan kalori rendah, seperti sayur-sayuran dan buah-buahan. Sebagai perbandingan 100g selada memiliki jumlah kalori yang hampir dapat diabaikan, sedangkan 100g roti putih mengandung setidaknya 250 kkal. Selain itu bahan makanan sumber protein juga dapat membantu menurunkan berat badan, karena protein memiliki thermic effect of food yang tinggi dibanding karbohidrat dan lemak. Thermic effect of food adalah energi yang diperlukan untuk mencerna dan memetabolisme makanan yang kita makan. Nah TEF ini memiliki porsi 10% dari pengeluaran energi kita. contoh bahan makanan sumber protein ikan, putih telur, daging ayam tanpa kulit, susu skim.

Q : Selain diet, apa lagi yang dapat membantu menurunkan berat badan?

A : Hal lain yang dapat membantu penurunan berat badan adalah olahraga teratur atau setidaknya cobalah untuk tetap aktif. Untuk berolahraga dimulailah dari yang anda bisa lakukan, misalnya berjalan kaki di pagi hari selama 30 menit setiap hari, yang kemudian ditingkatkan bertahap sesuai kemampuan anda sendiri.

Q : Bagaimana dengan Lemak baik dan lemak tidak baik?

A : Untuk dapat menurunkan BB maka salah satu diet yang dianjurkan adalah diet rendah kalori dan rendah lemak, karena 1g lemak mengandung 9 kalori, sedangkan karbohidrat dan protein setiap 1 g nya mengandung 4 kalori saja. Selain membatasi asupan lemak, yang penting diperhatikan adalah jenis lemak itu sendiri. Lemak yang baik adalah lemak yang mengandung asam lemak tidak jenuh seperti yang ada pada alpukat, kacang-kacangan, dan minyak seperti minyak zaitun, minyak kanola, ataupun minyak jagung, sedangkan lemak yang tidak baik adalah lemak yang mengandung asam lemak jenuh yang ada pada lemak hewani seperti kulit ayam, lemak daging sapi, mentega, serta lemak trans seperti yang ada pada kue2, donat, dan makanan yang digoreng.

Q : Apakah tidur setelah makan meningkatkan berat badan?

A : Jawabannya tidak, karena yang menyebabkan peningkatan berat badan adalah apabila kita mengalami kelebihan kalori dari makanan yang kita asup sehari-hari. Namun kekhawatirannya adalah, bila kita tidur setelah makan, dan pada saat tidur saluran cerna kita akan menjadi lebih rileks/lambat, maka pada saat bangun seringkali ada keluhan begah/kembung karena makanan tidak dicerna secara sempurna.